Penyebab RPM(Revolutions Per Minute) Mobil Tidak Stabil
Ketika ISC mengalami kerusakan, mesin tidak dapat mengatur jumlah udara dengan baik, hingga menyebabkan RPM jadi tidak stabil. Gejala yang mungkin terjadi adalah mesin mati tiba-tiba setelah dihidupkan atau RPM naik turun secara tidak wajar.
Throttle Body yang Kotor
Faktor penyebab RPM tidak stabil selanjutnya adalah kotornya komponen throttle body akibat penumpukan kerak atau kotoran dari udara. Throttle body adalah katup gas yang berfungsi sebagai pintu masuknya udara ke dalam intake manifold.
Ketika throttle body kotor, aliran udara akan terhambat, dan campuran antara udara dan bahan bakar menjadi tidak seimbang. Hal ini menyebabkan RPM menjadi tidak stabil karena mesin kesulitan untuk berakselerasi.
Sensor MAF (Mass Air Flow) Kotor
Sensor MAF (Mass Air Flow) berfungsi untuk mengukur jumlah udara yang masuk ke dalam sistem pembakaran. Sensor ini menggunakan elemen pengukur yang peka terhadap kotoran dan debu dari udara.
Jika sensor MAF kotor, data yang diterima oleh ECU (Electronic Control Unit) menjadi tidak akurat, sehingga campuran udara dan bahan bakar menjadi tidak seimbang. Akibatnya, RPM mobil menjadi tidak stabil dan performa mesin menurun.