Musim Hujan Dapat Meningkatkan Risiko Mobil Berjamur? Ini Faktanya
Sebagian orang mengira air hanya masuk lewat kebocoran. Padahal kabin juga basah lewat hal-hal kecil yang dilakukan setiap hari.
- Sepatu dan payung. Tetesan dari sol sepatu meresap ke karpet, dan payung basah yang diletakkan di lantai menambah genangan.
- Karet jendela dan pintu yang getas. Menurut sumber otomotif, karet jendela yang rapuh atau saluran air yang tersumbat dapat membuat air rembes ke dasbor, karpet, atau peredam.
- Embun AC. AC menghasilkan air kondensasi yang seharusnya mengalir keluar lewat saluran pembuangan. Bila saluran itu tersumbat, air bisa menggenang dan membasahi bagian dalam.
Tempat Mengendap: Karpet, Busa, dan Evaporator
Air yang masuk jarang tinggal di permukaan. Karpet dan busa peredam di bawahnya dapat menahan air dalam waktu lama, dan bahan yang lambat kering ini mulai berbau bila tidak dikeringkan tuntas.
Evaporator AC adalah tempat lain. Bagian ini terus dingin dan lembap, sehingga kotoran dan mikroorganisme gampang menumpuk bila tidak dibersihkan berkala.
Gejalanya khas: bau apek paling kuat tepat saat AC pertama dinyalakan. Filter kabin yang kotor juga ikut menahan debu dan kelembaban.
Karena itu pengharum ruangan tidak menyelesaikan apa-apa. Wangi hanya menutup bau di permukaan, sementara sumber lembabnya tetap ada.